Menguatkan Nilai-Nilai Baden-Powell’s Day Melalui Teknik Jurnalistik dan Komunikasi Efektif di Era Digital

Menguatkan Nilai-Nilai Baden-Powell’s Day Melalui Teknik Jurnalistik dan Komunikasi Efektif di Era Digital


YOGYAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Bapak Pandu Dunia ke-168, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) melalui Dewan Kerja Daerah (DKD) DIY menyelenggarakan kegiatan Kelas Ekstra Pembinaan Pramuka Jogja (KePPo) #12 dalam bentuk sarasehan edukatif pada Jumat, 28 Februari 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rapat Lantai 2 Kwarda DIY, menghadirkan 33 peserta dari golongan Penegak dan Pandega se-DIY.

Dalam kesempatan tersebut, saya mendapat kehormatan untuk mewakili Pusat Pengembangan Jurnalistik dan Sistem Informasi (Pusbangjusinfo) Kwarda DIY guna berbagi wawasan melalui materi bertajuk “Menguatkan Nilai-Nilai Baden Powell’s Day Melalui Penerapan Teknik Jurnalistik dan Komunikasi Efektif di Era Digital.”

Baden-Powell dan Peran Pentingnya dalam Gerakan Pramuka

Tak lengkap rasanya memperingati Hari Bapak Pandu Dunia tanpa mengulas sosok pendiri gerakan kepanduan dunia, Lord Robert Baden-Powell. Lahir pada 22 Februari 1857, Baden-Powell dikenal sebagai seorang jenderal asal Inggris yang telah kenyang pengalaman di medan perang, khususnya saat bertugas di Afrika Selatan.

Namun, kiprahnya yang paling berpengaruh justru hadir saat ia mencetuskan konsep kepanduan sebagai bentuk pendidikan karakter yang menekankan pada kemandirian, kepemimpinan, kecintaan terhadap alam, serta keterampilan hidup. Sejarah mencatat, perkemahan kepanduan pertama di Pulau Brownsea, Inggris, tahun 1907 menjadi tonggak lahirnya Gerakan Pramuka yang kini menyebar ke seluruh dunia, termasuk Indonesia.




Teknik Jurnalistik dan Komunikasi Digital untuk Menggaungkan Nilai-Nilai Baden-Powell

Dalam materi yang saya sampaikan, saya menekankan bahwa Pramuka masa kini harus melek teknologi dan mampu mengemas pesan-pesan positif melalui konten kreatif di media sosial maupun media online lainnya. Teknik jurnalistik dasar, mulai dari cara menulis berita yang baik, membuat caption kreatif, hingga menyusun narasi storytelling yang menarik menjadi bekal penting bagi Pramuka di era digital ini.

Mengapa penting? Karena dengan menguasai teknik jurnalistik dan komunikasi digital yang efektif, Pramuka mampu:

  • Menyebarluaskan nilai-nilai kepanduan kepada masyarakat luas.
  • Menjadi agen perubahan positif di dunia maya.
  • Memperkenalkan kembali sosok Baden-Powell kepada generasi muda melalui sudut pandang yang segar dan relevan.

Filateli Pramuka: Mengenang Sejarah Lewat Koleksi Prangko

Sesi sarasehan semakin menarik saat saya mengajak peserta untuk mengenal filateli Pramuka, yaitu koleksi prangko bertema kepramukaan yang menampilkan berbagai gambar dan peristiwa bersejarah tentang Baden-Powell.

Diskusi ringan mengenai prangko-prangko bernilai sejarah ini tak sekadar mengajak peserta bernostalgia, tapi juga menginspirasi mereka untuk membuat konten kreatif bertema filateli Pramuka. Memadukan sejarah dengan teknologi digital bisa menjadi cara unik untuk mengenalkan sejarah Pramuka kepada generasi muda masa kini.

Optimalisasi Konten Website dan Media Sosial Kwarda DIY

Dalam rangkaian peringatan Hari Bapak Pandu Dunia, website resmi Kwarda DIY juga menyajikan konten-konten edukatif tentang Baden-Powell yang mendapat perhatian luas. Sepanjang pekan peringatan, topik tentang Baden-Powell menjadi salah satu pencarian terpopuler di Google untuk kategori kepramukaan.

Saya mengajak peserta KePPo #12 untuk memanfaatkan momentum ini dengan menciptakan konten-konten kreatif di media sosial masing-masing, baik berupa:

  • Infografis edukatif tentang Baden-Powell.
  • Video pendek yang mengangkat kutipan inspiratif Baden-Powell.
  • Artikel blog bertema sejarah kepanduan.
  • Konten filateli digital yang mengulas prangko Baden-Powell.

Mengisi Media Sosial dengan Konten Positif Bertema Baden-Powell

Sebagai generasi muda yang aktif di dunia maya, Pramuka Penegak dan Pandega di DIY diharapkan mampu mewarnai linimasa media sosial dengan konten positif bertema Baden-Powell. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Bapak Pandu Dunia, cara ini juga efektif untuk menarik perhatian anak muda lainnya agar semakin mengenal dan mencintai Pramuka.

Kesimpulan: Kolaborasi Nilai Sejarah dan Inovasi Digital

Peringatan Hari Bapak Pandu Dunia ke-168 di Kwarda DIY tahun 2025 ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum penting untuk menyegarkan kembali nilai-nilai luhur kepanduan melalui pendekatan kekinian yang relevan dengan era digital.

Dengan menguasai teknik jurnalistik dan komunikasi efektif, ditambah kreativitas tanpa batas, Pramuka Yogyakarta mampu menjadi corong informasi positif yang tidak hanya memperkenalkan sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali semangat Baden-Powell di tengah tantangan zaman.

#HariBapakPanduDunia2025
#BadenPowellDay
#KePPo12
#PramukaJogja
#KwardaDIY
#Pusbangjusinfo


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama